Desa Datah

Pada mulanya mengenai Sejrah Desa Datah kami belum pasti dan meyakinkan, meskipun demikian informasi mengenai tentang Sejarah Desa Datah kami dapatkan melalui cerita dari mulut kemulut yang sifatnya turun temurun terutama dari tokoh masyarakat dan tokoh Adat yang pernah memegang tampuk  Pemerintahan di Desa Datah.

Mengingat tidak adanya bukti – bukti tertulis maka kebenaran dari Sejarah Desa datah ini tidaklah sempurna namun bila dilihat dari cerita para pengelingsir Desa Datah dan diperkuat dengan keterangan dari para sesepuh dan pejabat desa maka Sejarah Desa Datah yang ditulis ini mengandung suatu kebenaran yang dapat dipakai sebagai suatu pedoman bagi masyarakat Desa Datah dikemudin hari.

Pada mulanya digambarkan bahwa Desa Datah merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Karangasem yang merupakan daerah terisolir dimana hanya dihuni oleh beberapa Penduduk yang bertempat tinggal di kaki Gunung Agung bagian timur yang sekarang dikenal dengan Dusun/Banjar Kedampal.

Kira – kira pada Abad ke XIV masuklah pendatang dari beberapa daerah di Bali ke Desa Datah untuk mencari perlindungan dari berbagai masalah yang mereka hadapi di daerah asalnya, mereka yang masuk kewilayah Datah ini dapat dikatagorikan atas 3 ( Tiga ) Golongan antara lain :

  1. Mereka yang melakukan kesalahan – kesalahan atau yang berbuat tidak baik didaerah asalnya
  2. Mereka yang pada kenyataannya berbuat baik namun dinilai dari masyarakat asalnya sebagai orang yang tidak baik karena mendapat pitnah dari masyarakat setempat.
  3. Mereka yang berbuat baik maupun tidak baik.

Alasan mereka memilih Desa Datah sebagai tempat perlindungan kemungkinan disebabkan karena letak Desa Datah terutama Dusun/Banjar Kedampal cukup jauh sehingga sulit dijangkau oleh para pengejarnya , karena para pendatang itu sudah merasa aman berada diwilayah Desa Datah akhirnya mereka menetap dan berbaur dengan Penduduk asli Desa Datah sehingga Desa Datah sering disebut dengan Desa Buangan.

Dengan semakin banyaknya pendatang baru maka penyebaran Penduduk sampai ke Ibukota Desa Datah sekarang ini akibat penduduknya yang hitrogen disana ada yang mempunyai sifat baik dan ada pula yang mempunyai sifat buruk maka hal ini menyebabkan timbulnya kekacauan yang sulit ditertibkan.

Kekacauan ini terus berlanjut karena kurangnya peminpin yang kurang mampu mengendalikan keamanan. Setelah Raja Karangasem tahu bahwa keributan atau kekacauan yang terjadi di Desa datah itu tidak bisa diatasi maka desa ini diberi nama Desa Latah (Beras berkulit yang terdapat dalam beras).

Pemberian nama Latah ini karena sekian banyak Desa yang merupakan wilayah Kerajaan Karangasem, hanya Desa Datahlah merupakan desa Pengganggu melihat keadaan demikian maka Raja Karangasem meminta bantuan kepada raja Dalem watu renggong yang berkedudukan di Klungkung untuk mengamankan dan mengendalikan kekacauan di Desa Datah. Untuk Pelaksanaannya Raja Dalem watu renggong memberikan mandat kepada Keluarga Arya Kanuruhan dan berkat kepeminpinannay serta kerja kerasnya maka Desa Datah berangsur-angsur menjadi aman dan tertib.

Setelah aman Desa yang mulanya bernama Latah dirubah menjadi Datah sampai sekarang berkat keberhasilan dari Keluarga Arya kanuruhan dalam mengendalikan kekacauan dan keributan di desa Datah maka Raja dalem watu Renggong memberi kuasa atau wewenang kepada Keluarga Arya Kanuruhan untuk tetap memegang tampuk kepeminpinan di Desa Datah selalu dipegang oleh Arya Kanuruhan dengan syarat tidak berbuat jahat atau menyeleweng di dalam Pemerintahan dan selama masih dikehendaki oleh masyarakat desa Datah ini dapat dibuktikan sampai sekarang tampuk pinpinan di Desa datah selalu dipegang oleh Arya Kanuruhan yang ada disini

Mengenai Desa adat pada mulanya di desa Datah hanya ada terdapat satu Desa Adat yang terletak di Banjar Dinas Kedampal dengan 13 Banjar lainnya maka di Ibu kota Desa didirikan juga Desa Adat yang baru yang membawai 13 Banjar selain Banjar Kedampal sehingga sampai sekarang Desa Datah mempunyai 2 buah Desa adat yaitu Desa Adat Kedampal dan Desa Adat Datah yang terdiri dari 14 Banjar dinas yaitu  :

  1. Dusun /Br Lebah 
  2. Dusun/Br. Balegede 
  3. Dusun/Br. Tindih
  4. Dusun/Br. Kelodan 
  5. Dusun/Br. Tengah
  6. Dusun/Br. Bingin
  7. Dusun/Br Tegallanglangan
  8. Dusun/Br. Karanganyar 
  9. Dusun/Br. Karangsari 
  10. Dusun/Br. Juwuk
  11. Dusun/Br. Wates 
  12. Dusun/Br, Asah Dulu  
  13. Dusun/Br Kedampal  
  14. Dusun/Br. Asah Teben

Adapun tokoh yang pernah menjabat pimpinan tertinggi di Desa Datah sebagai berikut :

No

Periode

Nama Kepala Desa / Perbekel

Keterangan

1

1535-1600

JERO BADBAD

Dipinitif

2

1600-1625

JERO GEREDEG

Dipinitif

3

1625-1657

JERO TANGKAS

Dipinitif

4

1657-1707

JERO PENGKER

Dipinitif

5

1707-1747

I GEDE KAWI

Dipinitif

6

1747-1807

I GEDE TANGKAS

Dipinitif

7

1807-1864

I NENGAH JAYA

Dipinitif

8

1864-1912

I MADE SALAHIN

Dipinitif

9

1912-1958

I NYOMAN SATANG

Dipinitif

10

1958-1986

I GEDE LOSIN

Dipinitif

11

1986-1993

I NENGAH SETAT

Dipinitif

12

1993-1997

I NYOMAN KUTA, BA.

Penjabat

13

1997-2002

I GEDE SUBRATA

Penjabat

14

2002-2006

I KETUT TEKEN

Dipinitif

15

2006-2008

I MADE SUKEYASA

Penjabat

16

2008- 2016

I NYOMAN SUWETA

Dipinitif

17.

2016-2022

I GEDE ARTA

Difinitif

18

2022-2030

I GEDE SUBRATA

Definitif

           

Scroll to Top